Operasi Pekat Tegal Selatan Dilakukan Untuk Memberikan Rasa Tentram Masyarakat

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Ada pemandangan yang menarik saat Jurnalis Indonesia Satu melintas di wilayah Tegal Selatan, Kota Tegal dimalam hari tepatnya Senin (15/10). Sekumpulan orang berseragam nampak sedang menyusuri beberapa tempat yang nampak menjadi titik tujuan. Tabir pemandangan itu menjadi jelas ketika Jurnalis Indonesia Satu mendekat. Ternyata sekumpulan orang berseragam tersebut petugas gabungan yang sedang melaksanakan tugas dalam Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Mereka tergabung dalam sebuah Satuan Tugas (Satgas) khusus menangani penyakit masyarakat (Pekat) yang ada diwilayah Tegal Selatan, Kota Tegal.

Mereka telah menjalankan tugasnya dari mulai awal Oktober dengan menyusuri 8 kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Beberapa temuan sempat dihadapi para petugas Satgas Pekat seperti perdagangan Miras, Pasangan penghuni kamar rumah Kos-Kosan yang tidak mempunyai status pernikahan, ada juga kegiatan judi togel atau yang populer juga dengan judi Kuda Lari (KL).

“ Operasi Pekat ini dilakukan semata-mata untuk memberikan rasa tentram bagi masyarakat diwilayah Tegal Selatan dengan melakukan penertiban bagi anggota masyarakat yang berlaku liar,” Ujar Camat Tegal Selatan Budi Saptaji, S.STP, Msi melalui Kasi Trantib Pemerintah Kecamatan Tegal Selatan, Saeful Hakim S.Pd.I saat dijumpai www.indonesiasatu.co.id ditengah kesibukannya menjalankan Operasi Pekat.

Menurutnya, kegiatan operasi pekat tersebut merupakan langkah pemerintah kecamatan Tegal selatan dalam merespond keinginan masyarakat untuk terciptanya lingkungan masyarakat yang kondusif, tentram dan tertib. Untuk menjalankan operasi tersebut, dibentuk sebuah satuan tugas yang didalamnya meliputi unsur TNI seperti Babhinsa serta Babhinkamtibmas dari unsur Kepolisian.

Kecamatan Tegal Selatan merupakan salah satu dari 4 kecamatan yang ada di kota Tegal dimana menurut catatan Badan Pusat Statistik Kota Tegal, memiliki jumlah penduduk sekira 65.906 jiwa yang sebagian besar bekerja disektor swasta. Sementara dalam iklim keterbukaan, Tegal Selatan juga termasuk wilayah yang tidak luput dari berdatangannya para pekerja luar kota.

“ Dari proses Operasi Pekat yang kita jalankan, berdasarkan kartu identitas yang ditunjukan kepada kami, memperlihatkan sebagian besar dari mereka bukan penduduk setempat. Terdapat sepasang penghuni kos-kosan ketika menunjukan KTP, ternyata keduanya berasal dari daerah luar kota yang berbeda. Lebih mengejutkannya lagi mereka bukan pasangan suami istri yang sah,” Ujar Saeful Hakim memastikan. Ketika ditanyakan www.indonesiasatu.co.id mengenai peran RT maupun RW setempat, Saeful mengharapkan agar RT maupun RW lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan lingkungannya.

“ Nah ini yang penting. Baik RT maupun RW sebaiknya terus meningkatkan pengawasan terhadap warganya dengan cara selalu mendata setiap pergerakan keluar masuknya warga yang berasal dari luar kota dengan memberikan laporan data perubahan warga kepada RW dan selanjutnya disampaikan ke kelurahan hingga ke kecamatan. Ini juga untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh dari luar seperti paham-paham radikalisme yang sering berujung pada perilaku terorisme,” Pungkas Saeful Hakim.

Berdasarkan pantauan Jurnalis Indonesia Satu, wilayah kecamatan Tegal Selatan yang memiliki 8 kelurahan seperti Kelurahan Bandung, Debong Tengah, Debong Kidul, Tunon, Kalinyamat Wetan, Keturen, Debong Kulon dan Randugunting memiliki diameter wilayah yang cukup luas. Sehingga pemerintah kota perlu memperhatikan persoalan kendaraan operasional bagi para petugas. Terlihat dalam operasi pekat malam itu, mereka para petugas masih menggunakan kendaraan bermotor milik pribadi dengan biaya operasional yang ditanggung para petugas itu sendiri. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita